3 Manfaat Green Coffee dan Cara Mengonsumsinya

Beberapa tahun terakhir, green coffee merupakan salah satu bahan yang terkenal untuk menurunkan berat badan. Namun, di balik popularitasnya sebagai penurun berat badan yang ampuh, green coffee juga memiliki manfaat penting lainnya. Apa saja manfaat green coffee? Simak artikel ini hingga akhir, ya!

Apa Itu Green Coffee?

Green coffee atau biji kopi hijau merupakan salah satu sumber bahan yang ada di suplemen penurun berat badan. Hal ini dikarenakan asam klorogenat yang ada di dalam biji kopi hijau bersifat antiobesitas. Antiinflamasi, dan bahkan antikarsinogenik.

Hal yang perlu kamu tahu adalah biji kopi hijau ini akan memberikan manfaat bagi pengonsumsinya apabila berupa biji kopi hijau alami yang tidak dipanggang ataupun diolah dalam bentuk apapun. Hal ini dikarenakan asam klorogenat pada biji kopi hijau bisa hilang apabila dipanggang.

Manfaat Green Coffee

1. Membantu Penurunan Berat Badan

Salah satu manfaat green coffee adalah membantu proses penurunan berat badan. Studi menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi bisa membantu melawan obesitas dengan cara menurunkan akumulasi lemak pada tubuh.

Namun, manfaat green coffee ini masih perlu dikaji ulang oleh ahli agar dapat dipraktikkan di dunia kesehatan pada masa mendatang. Meski belum pasti, kemungkinan penggunaan green coffee untuk penurunan berat badan adalah suatu hal yang menggembirakan.

2. Mengatur Tekanan Darah

Sebuah studi menunjukkan bahwa asupan ekstrak green coffee pada tikus yang hipertensi menunjukkan penurunan tingkat tekanan darah mereka. Hasil yang sama juga terjadi pada manusia. Dalam hal ini, tingkat tekanan darah pada partisipan manusia berkurang selama periode konsumsi ekstrak kopi hijau.

Manfaat green coffee ini disebabkan oleh asam klorogenik yang mampu menghambat pembentukan kortisol aktif pada manusia. Kortisol aktif sendiri merupakan hormon yang diketahui bisa meningkatkan tingkat tekanan darah.

Manfaat green coffee yang masih berkaitan dengan tekanan darah adalah ekstrak kopi hijau alami bisa meningkatkan elastisitas arteri. Hal ini bisa membuat tekanan darah menurun.

3. Memberikan Manfaat Antipenuaan (Anti-Aging)

Manfaat green coffee selanjutnya adalah menawarkanmu manfaan antipenuaan. Biji kopi hijau memiliki banyak antioksidan. Antioksidan sendiri merupakan salah satu senyawa yang berperan dalam efek antipenuaan pada manusia.

Asam klorogenat yang ada di dalam biji kopi hijau berfmanfaat untuk meningkatkan sifat kulit dan mikrosirkulasi pada manusia. Apabila kamu mengonsumsi biji kopi hijau alami dengan baik, tingkat kekeringan pada kulitmu akan menurun dan tingkat pH pada permukaan kulit akan meningkat secara signifikan.

Biji kopi hijau juga diketahui memiliki manfaat lain untuk kulit manusia, lho! Sebuah studi menunjukkan bahwa green coffee diketahui bisa meningkatkan kadar hidrasi kulit apabila dikonsumsi secara rutin selama delapan minggu.

Cara Mengonsumsi Green Coffee

Setelah mengetahui manfaat green coffee, kamu mungkin tertarik untuk mengonsumsinya sendiri. Pada dasarnya, menyiapkan dan mengonsumsi biji kopi hijau atau green coffee sangatlah mudah. Pertama, kamu bisa menggunakan biji kopi hijau alami dan bukan berupa serbuk kopi untuk hasil yang maksimal.

Setelah kamu memilih biji kopi hijau berkualitas, kamu bisa menambahkan 10 gram biji kopi hijau ke dalam panci. Setelah itu, tambahkan dua gelas air dan didihkan selama 10 menit dengan api sedang-tinggi.

Setelah mendidih, saringlah biji kopi tersebut ke dalam wadah, kemudian simpan dengan rapat di dalam lemari es. Selesai! Kamu bisa langsung menikmati air saringan kopi hijau tersebut sembari beraktivitas.

Meskipun manfaat green coffee cukup beragam, kamu tetap harus berhati-hati sebelum mengonsumsi kopi ini, ya. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli medis untuk memastikan konsumsi kopi hijaumu aman.

Perbedaan Probiotik dan Prebiotik yang Anda Wajib Tahu

Banyak orang tidak memahami perbedaan probiotik dan prebiotik. Bahkan sebagian besar orang menganggap kedua istilah ini adalah sama. Namun sebenarnya, probiotik dan prebiotik adalah dua hal yang sangat berbeda.

Yuk, terus ikuti artikel ini untuk tahu pembahasan lebih lanjut mengenai perbedaan probiotik dan prebiotik.

Mari kita mulai dengan penjelasan mengenai apa probiotik dan prebiotik itu.

Probiotik adalah bakteri baik, termasuk juga jamur, yang hidup di dalam tubuh manusia, khususnya usus. Bakteri baik ini berfungsi dalam proses pencernaan, yakni membantu mengoptimalkan proses pencernaan dan mengurai makanan sehingga penyerapan utrisi makanan lebih optimal.

Bakteri baik di dalam tubuh bisa mati, atau terkena dampak dari mengkonsumsi antibiotik. Sehingga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung bakteri probiotik adalah untuk menggantikan bakteri baik yang sudah mati di dalam tubuh.

Beberapa jenis probiotik yang paling umum dikenal antara lain:

  • Lactobacillus.

Lactobacillus merupakan jenis probiotik yang paling umum ditemui dan sangat baik untuk proses pencernaan. Bakteri lactobacillus umumnya ditemui dari produk makanan fermentasi dan juga yogurt.

  • Bifidobacterium.

Probiotik bifidobacterium umumnya ditemukan dalam produk-produk olahan susu. Bakteri ini berguna bagi usus yakni dapat mengatasi gejala iritasi usus. 

  • Saccharomyces boulardii. 

Saccharomyces boulardii merupakan jenis probiotik yang dapat ditemukan di dalam ragi. Bakteri ini dapat membantu melawan gangguan pencernaan serta mencegah terjadinya diare

Sedangkan prebiotik adalah makanan dari bakteri probiotik. Prebiotik berasal dari serat-serat tumbuhan yang dapat memberi nutrisi bagi bakteri baik (probiotik) sehingga dapat berfungsi secara optimal. Tubuh kita memerlukan keduanya, baik probiotik dan prebiotik, untuk menjaga kekebalan tubuh serta membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan.

Manfaat Probiotik dan Prebiotik

Perbedaan probiotik dan prebiotik juga dapat dilihat dari ragam manfaatnya bagi tubuh. Keduanya tentunya memiliki banyak manfaat bagi tubuh, meski jenis manfaatnya pun berbeda. Berikut adalah beberapa manfaat probiotik dan prebiotik bagi tubuh:

  1. Manfaat probiotik

Beberapa manfaat probiotik bagi tubuh adalah

  1. Membantu proses pencernaan dan penyerapan gizi makanan
  2. Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan
  3. Membantu menjaga sistem kekebalan tubuh
  4. Membantu mengatasi masalah kulit seperti eksim
  5. Membantu mengatasi masalah pada rongga mulut
  6. Mencegah reaksi alergi
  7. Membantu melawan pilek

  1. Manfaat prebiotik

Manfaat prebiotik yang utama adalah sebagai makanan bagi probiotik. Namun selain itu prebiotik juga dapat memberi manfaat lain yakni:

  1. Membantu penyerapan kalsium
  2. Membantu mempercepat pencernaan, khususnya proses fermentasi makanan
  3. Dapat mengurangi risiko lonjakan gula darah yang tiba-tiba dengan cara mengontrol kecepatan makan.
  4. Membantu menjaga sel-sel yang melapisi usus

Contoh Makanan Probiotik dan Prebiotik

Probiotik dan prebiotik tentunya dapat diperoleh dari beberapa jenis sumber makan. Berikut adalah makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik.

Beberapa makanan yang menjadi sumber probiotik antaranya:

  • Tempe
  • Yogurt
  • Kefir
  • Keju (cheddar, mozarella, cottage)
  • Makanan fermentasi seperti kimchi
  • Natto
  • Kombucha
  • Miso 

Sedangkan jenis probiotik dapat diperoleh dari sumber makanan berikut:

  1. Bawang-bawangan seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay
  2. Buah-buahan seperti pisang, jeruk bali, semangka
  3. Biji-bijian seperti oat dan biji rami
  4. Kacang-kacangan seperti kedelai dan almond

Jenis-jenis makanan di atas mengandung probiotik dan prebiotik sekaligus mengandung berbagai nutrisi baik yang berguna bagi tubuh.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan probiotik dan prebiotik serta manfaat dan contoh makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik yang baik bagi tubuh. Semoga bermanfaat.

 

Infused Water untuk Diet? Berikut Penjelasan dan Tips Membuatnya

Tren diet untuk menurunkan berat badan memang selalu dinamis dan berkem. Salah satu yang marak saat ini dan cukup digemari oleh banyak orang adalah dengan mengkonsumsi infused water untuk diet.

Mengkonsumsi infused water untuk diet ini dipercaya dapat memberi manfaat yang baik untuk tubuh serta dapat membantu menurunkan berat badan.Yuk, terus simak artikel ini untuk tahu lebih banyak mengenai pengertian serta apa manfaat infused water bagi kesehatan terutamanya untuk diet dan menurunkan berat badan.

Apa Itu Infused Water?

Infused water adalah minuman yang terbuat dari campuran berbagai buah, sayuran, atau rempah-rempah yang disimpan dalam air dalam kurun waktu tertentu. minuman infused water ini dipercaya dapat memberi manfaat detoks bagi tubuh karena kandungan zat-zat baik dari buah, sayur, dan rempah yang terekstrak dalam proses perendaman di dalam air.

Infused water juga dipercaya dapat memberi manfaat untuk membantu proses diet menurunkan berat badan karena infused water memiliki jumlah kalori yang jauh lebih sedikit dibanding jus buah.

Di dalam Infused water terkandung zat-zat baik seperti vitamin, antioksidan, mineral, dan elektrolit yang dapat diserap dan berguna bagi tubuh. Kandungan-kandungan ini biasanya juga tergantung dari jenis buah, sayur, atau rempah apa saja yang digunakan untuk membuat infused water.

Beberapa manfaat infused water bagi kesehatan antara lain:

  • Sebagai antioksidan

Infused water umumnya dibuat dari buah-buahan dan sayur yang kaya akan antioksidan seperti mentimun, stroberi, dan kiwi. Kandungan antioksidan dalam buah dan sayur tersebut dapat memberi manfaat dalam menangkal radikal bebas dan mencegah penuan dini.

  • Melancarkan metabolisme

Kandungan mineral dan vitamin dalam infused water dapat membantu berperan sebagai booster untuk mencukupi kebutuhan mineral serta melancarkan metabolisme.

  • Membantu menjaga berat badan ideal

Manfaat infused water untuk diet yakni hampir serupa dengan manfaat mengkonsumsi buah dan sayur namun dengan jumlah kalori yang lebih sedikit dibanding jika mengkonsumsi jus misalnya. Mengkonsumsi infused water juga dipercaya memberi efek kenyag yang lebih lama sehingga dapat menekan nafsu makan sehingga jumlah kalori yang dikonsumsi dapat berkurang. Konsumsi kalori yang berkurang inilah yang dapat membantu menurunkan berat badan secara bertahap.

Cara Membuat Infused Water

Cara membuat infused water sangatlah mudah, yakni dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Siapkan buah atau sayur yang akan digunakan, cuci bersih, dan kupas jika perlu, lalu iris tipis-tipis.
  2. Masukkan buah ke dalam wadah atau botol lalu rendam dengan air bersuhu normal atau dingin.
  3. Rendam buah dalam kurun waktu tertentu. biasanya hanya cukup 2-4 jam agar rasa buah lebih keluar dan menyatu dengan air.

Bagi beberapa orang ada yang suka membuat infused water saat malam lalu menyimpannya di dalam kulkas untuk diminum keesokan paginya.

  1. Jangan terlalu lama merendam buah karena dapat menimbulkan rasa pahit.
  2. Tambahkan bahan herbal yang dapat memberi aroma seerti daun mint, rosemary, atau jahe agar aroma infused water lebih enak.

Resep Infused Water untuk Diet

Berikut ini adalah beberapa resep infused water yang bisa kamu coba 

1. Infused water jeruk nipis

Bahan:

  • Jeruk nipis 2 buah
  • Madu
  • Air 500 ml
  • Daun mint

Cara membuat:

  • Cuci jeruk nipis hingga bersih, kupas kulitnya lalu potong tipis dan buang bijinya
  • Masukkan potongan jeruk nipis ke dalam botol berisi air
  • Tambahkan madu dan daun mint lalu simpan di dalam kulkas selama 1-3 jam
  • Konsumsi infused water jeruk nipis ini dalam sehari

2. Infused water lemon

Bahan:

  • Lemon 
  • Air 500 ml
  • Daun mint

Cara membuat:

  • Cuci lemon hingga bersih, kupas kulitnya aar tidak pahit, dan iris tipis-tipis
  • Masukkan irisan lemon dan daun mint ke dalam botol lalu tambahkan air
  • Simpan di kulkas selama 2 sampai 4 jam
  • Saring lemon dan buang irisan lemon
  • Sajikan sebagai minuman segar

3. Infused water timun

Bahan:

  • Timun 2 buah
  • Air 1,5 liter 
  • Garam laut secukupnya, kurang lebih setengah sendok teh

Cara membuatnya:

  • Cuci bersih timun dan iris tipis-tips
  • Campurkan timun, garam, dan air
  • Diamkan di kulkas selaman 4 jam
  • Infused water timun dapat dikonsumsi maksimal hingga 3 hari. 

Nah, demikian penjelasan mengenai manfaat serta beberapa tips membuat infused water untuk diet. Semoga bermanfaat.

Menyesal Setelah Memerahi Anak, ini 7 Informasi Penting yang Perlu Kamu Ketahui

Pernahkah kamu menyesal setelah memarahi anak? Pengalaman seperti ini umumnya terjadi pada para ibu muda. Meski tidak menutup kemungkinan, kamu masih merasakan hal semacam itu pada anak kedua atau berikutnya.

Menyesal setelah memarahi anak memiliki fakta psikologis yang sebaiknya diketahui oleh para ibu. Hal ini berkaitan dengan bagaimana relasi ibu dengan anak, dan relasi ibu dengan diri sendiri. 

Oleh karena itu, simak 7 penjelasan psikologi berikut untuk mengetahui informasi penting seputar pengalaman ini.

  1. Apakah menyesal setelah memarahi anak adalah perasaan yang wajar?

Jawabannya adalah ya. Sebagai orang tua ada kalanya tidak dapat menahan emosi bila anak rewel, susah makan, atau melakukan tindakan yang akhirnya membuat orang tua marah. 

Merasa menyesal setelah memarahi anak adalah tanda bahwa terjadi proses pencernaan emosi dalam diri orang tua. 

  1. Jangan berlarut-larut dalam perasaan menyesal tersebut

Sarah Ockwell-Smith, ahli dari Gentle Parenting menguraikan dalam bukunya “The Gentle Discipline Book”, para orang tua disarankan tidak berlarut-larut dalam pikiran menyesal. Perasaan tersebut sebaiknya segera disikapi dengan sehat.

  1. Hal bisa dilakukan orang tua saat merasa menyesal setelah memarahi anak?

Cobalah menerima fakta peristiwa yang baru terjadi. Maafkan diri sendiri karena telah memarahi anak. Lalu, lanjutkan aktivitas seperti biasa. 

  1. Mengapa orang tua merasa menyesal setelah memarahi anak?

Hal tersebut terjadi karena orang tua menyadari bahwa mungkin si anak akan menganggap orang tuanya menakutkan. Suasana tegang dan berjarak antara orang tua dan anak mungkin menghantui pikiran. Akhirnya orang tua, mungkin merasa takut bahwa anak akan salah paham dan justru menjauh. 

  1. Dampak apa saja yang dialami anak setelah dimarahi?
  • Anak bisa berkembang menjadi kurang percaya diri karena perasaan takut salah dalam dirinya. 
  • Anak mungkin akan memilih diam di tengah keluarga karena tidak ingin melihat orang tuanya kembali marah.
  • Anak mungkin tumbuh dengan sifat keras kepala dan egois sebagai mekanisme bertahan diri karena ingin melindungi diri sendiri, bebas dari omelan orang tua. 
  • Anak bisa saja menjadi enggan menerima masukan dari orang lain di sekitarnya. 
  • Anak memiliki sifat tertutup atau justru menantang terkait hal-hal yang tidak disukai orang tua. Misalnya, saat dimarahi karena nilai buruk dalam ujian, anak akhirnya menutupi semua nilai ujiannya. Atau justru sengaja semakin membuat nilainya anjlok.
  • Anak bisa stres, terutama jika sifat anak lemah lembut. Orang tua tidak pernah bisa tepat memprediksi bagaimana anak akan merespon saat dimarahi. Anak yang berkepribadian lemah lembut dan pendiam mungkin akan larut dalam kesedihan dan menyimpannya sendiri.
  • Anak dapat meniru perilaku orang tua sebab pada masa pertumbuhan ini anak banyak meresepsi hal yang ditemui di lingkungan. 
  • Anak tumbuh kurang inisiatif dan peka terhadap situasi di sekitarnya. Sebenarnya ini berawal dari rasa takut yang akhirnya menumpulkan kepekaan anak.
  1. Hal yang perlu dilakukan orang tua pada anak setelah memarahinya?

Sebaiknya orang tua segera meminta maaf dan menjelaskan dengan sederhana apa alasannya marah. Lakukan dialog dengan anak dengan suasana yang membuatnya nyaman. 

  1. Bagaimana kata-kata menyesal setelah memarahi anak yang tepat disampaikan?

Gunakan kalimat yang menenangkan dan menunjukkan bahwa kamu menyayangi dan peduli pada buah hati. Misalnya, “Sayang, maafkan Bunda tadi marah karena…” atau “Kakak, Bunda minta maaf ya sudah bentak kakak tadi.” 

Menyesal setelah memarahi anak tidak perlu menjadi momok bagi orang tua. Perasaan tersebut justru menunjukkan bahwa orang tua adalah manusia biasa yang perlu belajar cara memenuhi kebutuhan anak dengan lebih tepat dan bijak. 

Memahami Emboli Air Ketuban Sebagai Komplikasi Kehamilan

Persalinan atau melahirkan menjadi sesi yang mempertaruhkan segalanya bagi seorang ibu. Ada banyak kondisi yang terkadang muncul dan menjadi penyebab proses tersebut terhambat, hingga mengancam nyawa bagi ibu dan bayi. Seperti emboli air ketuban (emboli cairan amnion).

Emboli cairan amnion adalah suatu kondisi di mana cairan ketuban, sel-sel janin, rambut, atau zat lain memasuki aliran darah ibu melalui dasar plasenta yang kemudian masuk ke dalam rahim. Berbagai cairan dan zat ini dapat menyebabkan reaksi seperti alergi, sampai menyebabkan kegagalan sistem organ-organ.

6 Faktor Penyebab Terjadinya Komplikasi Emboli Air Ketuban

Kondisi ini sebenarnya bisa saja terjadi selama kehamilan. Tetapi, umumnya terjadi selama atau segera setelah proses kelahiran. Emboli cairan ketuban merupakan komplikasi obstetrik yang sulit didiagnosis. Beberapa wanita selamat tanpa komplikasi jangka panjang. Hanya saja ada risiko masalah neurologis yang disebabkan kurangnya aliran oksigen ke otak.

Apa saja faktor yang memicu seorang ibu mengalami emboli air ketuban? Berikut faktor-faktor yang paling umum.

  • Kehamilan di Usia 35 Tahun ke Atas

Keguguran dan komplikasi emboli ketuban berisiko tinggi atau terjadi lebih besar pada perempuan yang sudah memasuki usia di atas 35 tahun. Hal ini disebabkan pertambahan secara alami usia ovarium yang mana cenderung melepaskan lebih banyak sel telur di setiap bulannya. 

  • Komplikasi Plasenta

Faktor penyebab lainnya yaitu akibat masalah plasenta. Masalah pada plasenta membuat kondisi kerja sangat berbahaya dan mempengaruhi organ penting. Adanya kelainan plasenta seperti sebagian atau seluruh plasenta yang menutupi serviks (leher rahim) menimbulkan masalah berupa asupan oksigen dan nutrisi yang tidak sesuai.

Pada akhirnya menyebabkan keterbatasan pertumbuhan janin.

  • Preeklampsia

Selanjutnya, faktor yang memicu emboli cairan ketuban adalah karena mengalami preeklamsia dengan gejala tekanan darah tinggi dan peningkatan protein urin setelah usia kehamilan 20 minggu. Pasalnya, kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi emboli ketuban.

  • Kelahiran Melalui Operasi Caesar

Operasi caesar dapat meningkatkan risiko. Ini karena penggunaan berbagai alat tambahan untuk proses persalinan caesar yang bisa menghancurkan penghalang fisik antara ibu dan bayi, lebih tepatnya menghancurkan kantung ketuban.

  • Melakukan Induksi Persalinan

Salah satu metode yang banyak dipilih dalam proses melahirkan adalah dengan suntikan induksi. Seperti menyuntikkan oksitosin ke bagian paha dengan tujuan mengkontraksikan organ rahim.

Melakukan induksi dalam waktu 30 menit sebelum melahirkan dapat meningkatkan risiko. Oleh karenanya, sebaiknya diskusikan secara matang bersama dokter mengenai cara pelaksanaannya sebelum mengambil keputusan induksi.

  • Komplikasi Kehamilan Polihidramnion

Secara umum, emboli cairan ketuban diperkirakan terjadi dalam waktu 30 menit setelah melahirkan dengan kondisi kehamilan polihidramnion. Polihidramnion sendiri sudah mempengaruhi rahim dan dapat meningkatkan risiko komplikasi, baik saat kehamilan, maupun proses persalinan.

Polihidramnion adalah suatu kondisi di mana bayi memiliki terlalu banyak cairan ketuban.

Penanganan Emboli Air Ketuban

Pada penanganannya, semua akan melihat kondisi dari ibu dan bayi. Dokter bersama tim medis bisa saja memberi tindakan yang mendadak. Secara umum cara penanganannya berupa:

Penanganan pada Ibu

Perawatan yang diberikan kepada ibu ditujukan untuk mencegah keparahan gejala dan mencegah koma yang menyebabkan kematian. Dokter akan memberikan asupan oksigen atau respirator oksigen untuk memastikan ibu mendapatkan oksigen yang cukup.

Ini penting karena karena sama juga dengan memberikan oksigen yang cukup untuk bayi. Dalam beberapa kasus, transfusi darah bisa dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang dalam jumlah besar.

Penanganan pada Bayi

Selama persalinan dengan kondisi emboli air ketuban dokter akan terus memantau kondisi bayi. Biasanya, bayi baru dilahirkan setelah kondisi fisik sang ibu sudah cukup stabil. Cara ini pun bertujuan untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup bayi. Namun, setelah itu, bayi biasanya harus dirawat lebih intensif oleh dokter atau tim medis di ruang perawatan intensif.

Ciri Proplas Tali Pusat dan Tindakan Medisnya

Secara normal, bayi lahir lebih dulu, lalu tali pusar, selanjutnya plasenta. Dalam kasus yang jarang terjadi, tali pusar bisa menggantung atau menyangkut. Ini berarti tali pusar keluar dari posisi normalnya atau disebut prolaps tali pusat atau pusar. Tali pusar keluar dari leher rahim dan bisa masuk ke vagina sebelum bayi keluar.

Menjadi proses yang berisiko, kelahiran dengan kondisi ini tergolong rentan dan biasanya disarankan untuk lahiran dengan metode operasi caesar demi melindungi ibu dan bayi. Terdapat beberapa gejala atau ciri saat kehamilan berisiko mengalami gangguan kesehatan satu ini.

Memahami Kondisi Prolaps Tali Pusat

Prolaps tali pusat adalah suatu kondisi yang mana tali pusat bayi melewati janin, menutupi jalan lahir atau menonjol di depan janin. Pada kondisi ini, bayi harus segera dilahirkan untuk menghindari risiko hipoksia.

Melalui tali pusat, janin dapat menerima semua nutrisi dan oksigen sebagai asupan penting dari ibu demi mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Mengingat fungsi yang sangat penting ini, keberadaan tali pusat yang normal dan sehat harus selalu dijaga sampai anak lahir.

Prolaps tali pusat bisa dikatakan merupakan komplikasi yang tergolong cukup jarang dan dapat terjadi pada 1 dari 300 kelahiran. Sebagian besar kasus ini terjadi karena bayi lebih banyak bergerak menjelang lahir.

Apa penyebab prolaps tali pusat saat lahiran? Perubahan gerakan dapat mempengaruhi posisi tali pusat, sehingga menyebabkan tali pusat bergeser dan menutupi tempat lahir bayi. Hal ini dapat menyebabkan kompresi tali pusat dan peningkatan tekanan pada pembuluh darah. Ini adalah kondisi di mana tali pusar maju dan jalan lahir tertutup.

Gejala dan ciri-cirinya:

  • Ketuban pecah dini  atau sekitar kehamilan di usia 37 minggu.
  • Nyeri hebat menjelang persalinan.
  • Biasa terjadi pada kehamilan anak kembar.
  • Terjadi atau mengalami polihidramnion (kelebihan cairan ketuban).
  • Bayi lahir dengan berat terlalu rendah.
  • Adanya kelainan janin dan organ tali pusat.

Paling berbahaya, kondisi dan gejala prolaps tali pusat ini memicu kondisi berisiko seperti menurunkan kadar oksigen dan detak jantung pada bayi yang menyebabkan kematian. Kondisi ini pun yang membuat ibu tidak diperbolehkan kelahiran normal.

Cara Mengatasi Prolaps Tali Pusat

Setiap kondisi tentu membutuhkan solusi yang berbeda-beda. Termasuk pada kondisi prolaps yang mana harus memperhatikan kondisi ibu dan bayi dalam perut. Beberapa tindakan medis yang banyak dipilih dokter di antaranya:

Mengubah Posisi Bayi dan Tali Pusat

Sebagai solusinya, dokter biasanya mencoba memposisikan ulang bayi dan tali pusar. Dengan cara ini, maka dapat mengurangi kemungkinan bayi menderita hipoksia akibat prolaps. Tindakan ini dilakukan jika tekanan pada tali pusar bayi tidak terlalu tinggi. Dokter dapat meningkatkan suplai oksigen kepada sang ibu untuk meningkatkan aliran darah bayi.

Cairan Amnion

Langkah lainnya yang dapat dilakukan pada kasus prolaps adalah infus cairan amnion. Infus cairan ketuban adalah prosedur untuk mengobati prolaps tali pusat dengan memasukkan garam ke dalam rahim selama persalinan.

Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peningkatan tekanan pada tali pusat.

Asupan Oksigen

Di sisi lain, pada kasus yang lebih serius, prolaps sebelum proses persalinan tiba harus selalu dipantau oleh dokter dan tim medis. Ibu akan diberi asupan oksigen dari sekian jam sebelum persalinan. Sambil terus dipantau, tim medis berusaha terus mencari tahu risiko masalah pada tali pusat bayi.

Sulit untuk memprediksi apakah prolaps tali pusat akan terjadi selama persalinan. Meskipun ada banyak faktor risiko, kondisi tali pusat yang menonjol sering terjadi pada orang yang berisiko rendah dan melahirkan pada waktu yang diharapkan.

Menjalani Produser Suntik Epidural untuk Proses Persalinan

Melewati proses persalinan yang lancar dengan rasa sakit yang minim menjadi impian bagi banyak wanita di dunia. Oleh karenanya, kini ada pilihan, yaitu suntik epidural  untuk mencegah ibu hamil merasa sakit saat melahirkan. Suntikan tersebut tergolong sebagai jenis anestesi dalam proses melahirkan.

Sebenarnya apa itu epidural? Dan apakah ada efek samping yang tergolong berbahaya? Penting untuk memahami semua hal yang berkaitan dengan epidural sebelum memutuskan menjalani metode persalinan dengan prosedur satu ini.

Suntik Epidural untuk Proses Melahirkan

Mungkin banyak yang mengenalnya sebagai ‘obat bius’. Tetapi jenis suntikan satu ini sebenarnya digunakan khusus sebagai salah satu prosedur dalam persalinan. Apa itu suntik atau anestesi epidural? Anestesi epidural adalah jenis anestesi lokal atau sedasi yang digunakan untuk melumpuhkan bagian tubuh tertentu, sehingga tidak terasa nyeri.

Suntikan anestesi satu ini tidak sepenuhnya membuat pasien pingsan karena hanya bertindak sebagai analgesik (analgesik) pada area tubuh tertentu saja. Ketika suntikan ini diberikan, maka akan merangsang saraf sensorik pada tulang belakang bagian bawah. Saraf sensorik biasanya bertanggung jawab untuk mengirim berbagai sinyal ke otak. Termasuk rasa nyeri dan sakit.

Jenis Suntik Anestesi Epidural

Sama seperti prosedur anestesi pada umumnya, pasien harus melalui screening lebih dulu untuk memastikan tidak memiliki alergi terhadap obat anestesi yang akan diberikan. Selain itu juga screening yang dilakukan bertugas dalam menentukan jenis suntiknya. Terdapat dua macam jenis suntikan epidural, meliputi:

  • Epidural Biasa (Regular)

Anestesi epidural reguler adalah jenis anestesi yang disuntikkan ke punggung ibu. Suntikan epidural lebih akurat diberikan saat melahirkan di ruang kecil pada bagian luar sumsum tulang belakang punggung bawah.

  • Kombinasi Spinal Epidural

Pada jenis kombinasi spinal epidural merupakan anestesi gabungan dari bius epidural dan bius tulang belakang (spinal). Kombinasi ini biasanya disuntikkan ke dalam membran yang melapisi tulang belakang hingga mencapai ruang epidural.

Efek Samping Epidural

Lalu, bagaimana efek sampingnya? Pada hasil, sensasi nyeri dan rasa sakit yang seharusnya dirasakan para ibu di tubuh saat menjalani proses melahirkan akan berkurang drastis (mati rasa). Lebih tepatnya pada bagian rahim, leher rahim, dan vagina atas. Walau begitu, saraf motorik akan tetap berfungsi normal seperti semestinya.

Salah satu contoh penggunaan suntikan ini yaitu saat menjalani prosedur kelahiran caesar. Tidak semua para ibu ingin menggunakan epidural dan fokus melahirkan dengan cara alami untuk lebih merasakan rasa nyeri dan sakit yang semestinya.

Namun, tentu tidak semua kondisi bisa menjalani hal tersebut, ada banyak pula ibu yang terpaksa menggunakan epidural demi proses melahirkan lebih lancar dan aman. Baik bagi sang ibu, maupun bayi. 

Dalam prosesnya, anestesi epidural melibatkan penyuntikan obat penghilang rasa sakit ke dalam ruang antara tulang belakang dan cairan serebrospinal. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja.

Apakah berpengaruh terhadap kesehatan bayi? Gilbert C. Dr. Grant, direktur anestesi obstetri di Pusat Medis Universitas New York, mengatakan bahwa semua obat yang diminum dan disuntikan untuk menghilangkan rasa sakit bisa sampai ke bayi. Tetapi dengan anestesi epidural, sebagian besar sangat sedikit air yang masuk ke aliran darah, maupun ke tulang belakang.

Manfaat suntik epidural menjadi salah satu solusi anestesi terbaik yang berguna dalam mengatasi para ibu dengan kondisi tensi tinggi menjelang melahirkan. Ibu yang akan melahirkan juga menjadi lebih tenang dan terhindar dari perasaan stres berlebih. Lebih tenang dan tidak panik.

Waspadai Ciri-Ciri Terjadi Infeksi Setelah Kuret

Pernahkah Kamu mendengar istilah kuret? Atau bahkan Kamu disarankan, atau mungkin pernah, menjalani prosedur kuret? Lalu, Apakah prosedur ini aman? Dan bagaimanakah ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret yang perlu diwaspadai?

Prosedur kuret biasanya dilakukan dengan tujuan untuk “membersihkan” rahim dari adanya jaringan-jaringan yang tidak normal, misalnya sisa dari keguguran atau plasenta yang tertinggal setelah melahirkan.

Namun meski bertujuan untuk “membersihkan”, prosedur kuret juga bisa menimbulkan infeksi. Oleh sebab itu, kamu juga harus mewaspadai ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret yang mungkin bisa kamu alami.

Namun sebelum membahas lebih lanjut, mari kita simak dahulu penjelasan mengenai prosedur kuret itu sendiri.

Prosedur kuret adalah operasi yang dilakukan oleh dokter untuk “membersihkan” rahim, yakni dengan mengeluarkan jaringan-jaringan abnormal dari dalam rahim.

Jaringan-jaringan abnormal ini dapat berupa janin yang keguguran karena tidak berkembang atau meninggal di dalam kandungan, atau bisa juga sisa plasenta yang masih trtinggal di dalam rahim setelah poses melahirkan. Sisa-sisa jaringan ini disebut juga jaringan endometrium.

Sebelum menjalani proses kuret kandungan pasien akan melakukan serangkaian tes biopsi untuk memastikan apakah ada jaringan endometrium yang abnormal dan perlu untuk dikeluarkan dengan proses kuret atau tidak.

Jika iya, maka prosedur kuret kandungan yang dilakukan oleh dokter umumnya terdiri dari tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan prosedur, dan pemulihan pasca tindakan. 

Beberapa kondisi yang dapat menjadi indikasi adanya masalah dalam rahim sehingga menjadi penyebab kandungan dikuret antara lain:

  • Adanya jaringan abnormal dalam rahim seperti miom aau kista
  • Adanya sisa jaringan dari embrio yang tidak berkembang
  • Adanya sisa plasenta yang tertinggal di dalam rahim setelah proses melahirkan
  • Pendarahan abnormal setelah menopause
  • Tejadinya kehamilan anggur atau kehamilan molar
  • Adanya sisa jaringan setelah mengalmi keguguran

Jika terdapat kondisi-kondisi di atas, dokter dapat menyarankan tindakan kuretase untuk “membersihkan” rahim pasien. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil resiko penyakit atau kondisi yang lebih parah.

Namun demikian, proses kuretase pun juga memiliki risiko, seperti kerusakan serviks, perforasi rahim, serta terjadinya infeksi setelahnya.

Jika terjadi Infeksi setelah kuret bisanya muncul setelah kurun waktu tertentu, misalnya satu minggu. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri terjadi infeks setelah kuret yang harus diwaspadai:

  1. Demam tinggi di atas 300 celcius
  2. Keram pada perut, atau kondisi perut yang sakit sekali
  3. Pendarahan
  4. Keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap

Risiko infeksi setelah kuret memang lebih banyak terjadi pada ibu hamil yang mengalami keguguran di usia kehamilan 20 minggu. Namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada usia kehamilan kurang dari itu.

Sehingga sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika Kamu mengalami hal-hal di atas setelah menjalani proses kuretase, maka segeralah ke dokter untuk mendapat penanganan.

Penyebab infeksi setelah kuret umumnya dipicu oleh kontaminasi bakteri di dalam rahim. Dan untuk menangani infeksi ini biasanya dokter akan memberikan obat-obatan antibiotik serta obat pereda nyeri bila diperlukan.

Selain itu, untuk menghindari risiko infeksi dan mencegah memburuknya kondisi rahim setelah kuret, perhatikan pula hal-hal berikut ini selama menjalani masa pemulihan pasca prosedur kuret:

  1. Beristirahat total setelah menjalani proses kuretase, setidaknya 2 hingga 3 hari
  2. Tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat
  3. Tidak melakukan aktivitas seksual setidaknya 2 minggu pasca prosedur koretase
  4. Gunakan pembalut yang lembut untuk menyerap darah dan jangan gunakan tampon
  5. Jangan melakukan douching pada vagina
  6. Periksakan diri secara rutin

Demikian penjelasan mengenai prosedur kuret, ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret, serta hal yang harus diperhatikan selama proses pemulihan pasca kuret agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

7 Cara Obati Keputihan Berwarna Kuning Secara Alami

Keputihan adalah cairan yang ada pada vagina dan leher rahim. Sebenarnya, keputihan ini bisa bermanfaat untuk kesehatan reproduksi. Namun, ada beberapa keputihan yang menunjukkan infeksi jamur, salah satunya keputihan bewarna kuning. Untuk mengatasinya, simak cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami berikut.

Simak 7 Cara Obati Keputihan Berwarna Kuning Secara Alami

Terdapat beberapa cara mengatasi keputihan berwarna kuning secara alami. Mari simak ulasannya di bawah ini, ya!

1. Rajin Mengonsumsi Yogurt 

Yogurt adalah probiotik yang mengandung bakteri. Bakteri tersebut bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Mengonsumsi yogurt bisa meningkatkan mikrobioma pada usus serta mencegah adanya pertumbuhan jamur pada tubuh. 

Sebaiknya, akan lebih bagus lagi jika kamu mengonsumsi yogurt tanpa tambahan gula atau perasa lain. Hal ini karena gula bisa memicu pertumbuhan jamur candida.

2. Menggunakan asam borat 

Asam borat atau Boric acid adalah senyawa yang biasanya digunakan untuk industri dan manufaktur. Namun, asam borat ini juga biasanya digunakan sebagai zat aditif pada produk farmasi, kosmetik, sabun, obat, dan lain sebagainya.

Asam borat bisa beracun jika digunakan dalam jumlah yang banyak dan bisa memicu penyakit seperti kerusakan gijal, kegagalan akut sistem peredaran darah dan masih banyak lagi.

3. Menggunakan minyak atsiri oregano

Minyak atsiri oregano yang biasanya digunakan untuk mengobati jamur vagina adalah oregano liar atau origanum vulgare. Pada penelitihan tahun 2017 ditemukan bahwa minyak ini efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur candidas albicans pada vaginamu.

Selain itu, uniknya, minyak ini juga bisa kamu gunakan sebagai aromaterapi dengan menggunakan diffuser, loh!

4. Mengonsumsi supositoria dan suplemen probiatik 

Probiotik terbukti ampuh dan efektif dalam mengobati infeksi-infeksi jamur pada vagina dan mengembalikan keseimbangan antara bakteri serta jamur di seluruh tubuh, loh!

Untuk mendapatkan hasilnya, kamu harus menunggu sekitar 10 hari untuk melihat efeknya pada vaginamu.

5. Oleskan minyak kelapa murni 

Dengan menggunakan minyak kelapa murni, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat bagi kesehatan termasuk digunakan untuk anti jamur pada tubuh. Sebuah penelitian menemukan bahwa dengan mengoleskan minyak kelapa murni dapat melawan candida albicans.

Kamu hanya perlu mengoleskan minyak kelapa murni tersebut di area yang ditumbuhi jamur sebagai salah satu cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami.

6. Oleskan Tea tree oil 

Minyak ini merupakan minyak esensial yang bisa digunakan sebagai cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami. Minyak ini berfungsi untuk membunuh bakteri, jamur, hinga virus. 

Untuk menggunakannya, oleskan terlebih dahulu dengan jojoba atay minyak kelapa, setelah itu baru oleskan tea tree oil pada bagian vagina yang ditumbuhi jamur.

7. Mengonsumsi bawang putih untuk tubuh 

Bawang putih bisa bermanfaat untuk mengatasi jamur pada vagina dan membunuh bakteri yang tumbuh di sana. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bawang putih ampuh dan efektif dalam membunuh jamur candida pada vagina.

Jika kamu tertarik untuk menggunakan bawang putih sebagai obat jamur vagina, kamu hanya perlu memakannya dengan makanan lain, bukan dioleskan atau dimakan langsung, ya!

Itulah informasi mengenai cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami. Pastikan juga kamu selalu menjaga kebersihan tubuh dan daerah kewanitaanmu agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang berbahaya. Semoga bermanfaat, ya!

5 Tips Memilih Pembalut Wanita yang Tepat

Meski terlihat sederhana dan mudah untuk dipraktikkan, memilih pembalut wanita yang berkualitas nyatanya tidak semudah itu. Kamu perlu untuk mempertimbangkan berbagai hal untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman ketika menstruasi. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk memilih pembalut yang baik.

1. Pahami Kulitmu

Faktanya, setiap orang itu unik, termasuk jenis kulitnya. Kamu harus tahu tipe kulit seperti apa yang kamu miliki. Hal ini untuk mengetahui tingkat sensitivitas kulit kamu dan mengurangi risiko infeksi di masa mendatang.

Pada umumnya, kulit paha bagian dalam dan daerah bagian bawah manusia cenderung sensitif dan harus selalu diberi ruang untuk bernapas, terutama ketika kamu sedang menstruasi dan memiliki banyak aktivitas yang harus dilakukan.

Oleh karena itu, kamu perlu untuk memilih pembalut wanita yang memiliki bantal lembut dengan daya serap tinggi yang membuat kulitmu lebih leluasa untuk bernapas. Pembalut semacam ini juga dapat menghindari tumpahan, lho! Jadi, kamu akan lebih merasa aman dan nyaman ketika beraktivitas.

2. Ketahui Aliranmu

Sebagian besar wanita memiliki aliran yang berbeda pada hari yang berbeda pula. Banyak wanita yang memiliki aliran lebih deras pada hari pertama dan hari kedua. Namun, ada juga wanita yang memiliki aliran deras pada hari ketiga dan keempat.

Hal ini membuat kamu harus lebih teliti lagi untuk menentukan ukuran pembalut wanita yang kamu pakai agar tetap merasa nyaman ketika beraktivitas.

Saat ini, telah tersedia berbagai macam pembalut wanita dengan ukuran yang variatif di pasaran. Beberapa perusahaan telah meluncurkan pembalut wanita dengan ukuran yang beragam, mulai dari ukuran S, M, L, XL, dan XXL. Perusahaan juga telah menyediakan deskripsi produk, termasuk ukuran pembalut dalam inchi atau cm, dengan detail.

Beragamnya pilihan ukuran pada pembalut wanita ini akan membuat kamu dapat memakai produk pembalut wanita sesuai dengan keinginan dan aliranmu. Oleh karena itu, pastikan kamu mendapatkan produk yang sesuai, ya!

3. Pilih Produk yang Terstandarisasi

Saat ini, banyak produk pembalut wanita yang dinilai kurang aman bagi beberapa ahli. Oleh karena itu, kamu perlu jeli ketika memilih produk pembalut sebelum membelinya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. Periksa dengan baik setiap produk yang akan kamu beli, ya!

4. Pilih Produk dengan Bahan Berkualitas

Pada umumnya, pembalut yang baik dan berkualitas memiliki bahan utama kapas. Pembalut yang terbuat dari kapas akan membantu kulitmu bernapas dengan lebih baik. Selain itu, material kapas yang lembut dan berkualitas akan membuatmu merasa nyaman dan terhindar dari risiko iritasi dan infeksi.

5. Pilih Produk dengan Daya Serap Maksimal

Salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan ketika memilih produk pembalut wanita adalah tingkat daya serap dari produk tersebut. Kamu perlu memperhatikan apakah produk tersebut dapat menyerap darah dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat atau malah sebaliknya.

Selain itu, pembalut wanita yang memiliki daya serap tinggi juga mampu untuk mengunci darah di bagian inti atau tengah pembalut, mengurangi kemungkinan risiko aliran balik saat duduk atau tidur, dan lain sebagainya.

Meski sederhana, cara-cara tersebut dapat membantu kamu untuk memilih pembalut yang berkualitas. Bagaimana? Sudah siap memilih pembalut wanita yang sesuai dengan dirimu? Jangan lupa ikuti tips di atas, ya!