Popok Bayi Baru Lahir, Kain Atau Sekali Pakai?

Ada dua popok bayi baru lahir yang bisa kamu pilih, yaitu popok kain dan popok sekali pakai (disposable). Memilih popok bayi baru lahir adalah salah satu keputusan sulit yang harus dilakukan ibu setelah melahirkan.

Lantas, apa rekomendasi popok bayi baru lahir yang bagus? Kenali perbandingan di antara popok kain dan popok sekali pakai di artikel ini.

Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai

Tidak ada yang paling baik di antara popok kain dan popok sekali pakai. Namun, kedua popok tersebut memiliki beberapa perbedaan yang bisa menjadi pertimbangan. Inilah perbedaan popok bayi baru lahir:

  1. Bahan Pembuatan

Perbedaan popok kain dan popok sekali pakai yang paling jelas adalah bahan pembuatan. Kebanyakan popok sekali pakai dibuat dari kertas, dengan persentase yang lebih rendah terbuat dari minyak bumi.

Sementara itu, bahan pembuatan popok kain lebih beragam. Ada popok kain yang terbuat dari katun, wol, nilon, bulu domba, microfiber, dan polyurethane thermoplastic.

  1. Pengaruh Popok pada Kulit Bayi

Ternyata, popok sekali pakai lebih efektif mencegah ruam popok. Ini karena popok sekali pakai yang modern bisa menyerap cairan lebih baik daripada popok kain. Pada popok kain, urin dan feses akan terjebak dalam kulit. Hal itu membuat kulit jadi lembab dan rentan mengalami ruam.

Namun di balik itu, tidak sedikit bayi yang mengalami alergi karena penggunaan bahan-bahan tertentu dalam popok sekali pakai. Bahan yang dimaksud misalnya karet, parfum aroma, pewarna, dan bahan perekat.

  1. Dampak Lingkungan

Secara kasat mata, popok kain lebih baik daripada popok sekali pakai dari segi dampak lingkungan yang dihasilkan. Ini karena popok sekali pakai menghasilkan sampah yang menumpuk. Setidaknya, sebelum bayi bisa buang air di toilet, mereka menghabiskan 5000 hingga 6000 popok.

Namun, perusahaan popok sekali pakai membantah hal itu. Listrik dan air yang digunakan untuk mencuci popok kain dikatakan tidak ramah lingkungan. Bahan pembuatan popok kain yang berasal dari kapas juga ternyata memiliki dampak tertentu pada lingkungan.

Popok kain bisa tetap ramah lingkungan dengan teknik mencuci yang benar. Dengan mencuci popok kain sekaligus dalam jumlah banyak dan tidak menggunakan pengering, dampak buruk terhadap lingkungan yang dihasilkan bisa turun. Selain itu, lebih baik menurunkan popok kain dari kakak daripada membeli baru.

  1. Biaya

Popok sekali pakai terkesan mahal karena bayi harus sering mengganti popok. Namun, mahal atau murah popok tersebut ditentukan oleh jenama popok yang dipilih.

Sementara itu, biaya yang dikeluarkan untuk popok kain terbagi menjadi dua yaitu biaya celana dan biaya insert popok. Pengeluaran ini merupakan pengeluaran satu kali. Tak hanya itu, ada pula pengeluaran berupa biaya listrik dan air yang digunakan untuk mencuci popok.

Cara Mencuci Popok Kain

Popok kain yang tidak dicuci dengan benar bisa menyebabkan ruam popok. Popok kain harus dicuci sampai bersih hingga tak ada lagi residu feses, urin, atau sabun yang menempel.

Kamu bisa mengikuti cara mencuci popok kain yang betul berikut ini:

  • Pertama, popok kain yang kotor direndam dalam air dingin.
  • Kedua, popok kain dicuci menggunakan deterjen dan pemutih. Gunakan air panas ketika mencuci. Untuk menghilangkan bau dan sisa-sisa sabun yang tak mudah hilang, cuka bisa kamu gunakan.
  • Ketiga, bilas popok kain dalam air dingin sebanyak dua kali. Jangan gunakan pelembut pakaian karena berisiko mengiritasi kulit bayi.
  • Keempat, jemur popok kain hingga benar-benar kering.

Saat memilih popok bayi baru lahir, kamu bisa menyesuaikannya dengan kenyamanan bayi dan kesanggupan orang tua. Popok sekali pakai lebih mahal karena sering diganti, tetapi juga jauh lebih praktis karena tinggal buang. Sementara itu, popok kain mengharuskanmu mencuci popok setiap saat. Jenis popok manapun yang kamu pilih, ketahuilah bahwa itu yang terbaik untukmu dan anak.