Sangat Mudah! Inilah Cara Mengecilkan Paha dan Betis

Sebagian besar wanita melakukan diet demi mendapatkan badan yang ideal. Selain perut, pinggang dan lengan, memiliki paha dan betis yang ramping juga menjadi impian banyak wanita. Jika kamu berencana untuk memiliki paha dan betis yang ramping, cara mengecilkan paha dan betis berikut ini dapat kamu lakukan untuk mendapatkan badan yang ideal dan ramping.

Penyebab Paha dan Betis Besar

  • Kegemukan

Kegemukan atau obesitas adalah penyebab utama badan menjadi tidak ideal. Hal tersebut terjadi karena jaringan lemak yang menumpuk di beberapa bagian tubuh seperti perut, paha hingga betis.

  • Sering menggunakan high heels

Pemakaian sepatu hak tinggi tentu membuat penampilan terlihat lebih sempurna. Namun, jika terlalu sering memakainya akan berdampak buruk pada kaki. Ketika memakai high heels tubuh akan bertumpu pada tumit, hal itu akan membuat betis dan paha membesar.

  • Keturunan

Factor keturunan juga menjadi penyebab paha dan betis besar. Beberapa wanita memiliki tendon Achilles pendek dan melekat sejak lahir, sehingga paha dan betis menjadi besar.

  • Sering mengangkat beban berat

Ketika mengangkat beban berat, kaki menjadi tumpuan utama untuk menjaga keseimbangan tubuh. Paha dan betis memiliki peran penting untuk menopang tubuh, terutama ketika berjalan. Lama kelamaan otot baru akan terbentuk dengan tekstur yang lebih keras sehingga paha akan terlihat lebih besar.

Olahraga untuk Mengecilkan Paha dan Betis

Cara mengecilkan paha dan betis dapat dilakukan dengan beberapa gerakan olahraga, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bersepeda

Bersepeda terbukti efektif untuk mengecilkan paha dan betismu. Selain bagus untuk kesehatan jantung, bersepeda juga dapat mengencangkan otot kaki. Selain itu, dengan bersepeda secara rutin juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa seorang wanita yang menjalani 24 sesi bersepeda dalam ruangan mengalami penurunan berat badan massa lemak. Nah, jika kamu tidak memiliki banyak waktu bersepeda di luar ruangan, kamu dapat membeli sepeda statis sehingga dapat tetap bersepeda di dalam ruangan.

  • Berenang

Berenang juga baik untuk kesehatan tubuh terutama jantung dan paru-paru. Namun, berenang juga menjadi salah satu cara mengecilkan paha dan betis loh. Berenang dapat meningkatkan sistem imun, membakar lemak serta menjaga berat bedan tetap ideal. Jika kamu memiliki wkatu luang, sempatkan untuk berenang ya!

  • Lompat Tali

Gerakan lompat tali dipercaya ampuh untuk menambah tinggu badan. Selain itu, lompat tali juga efektif untuk mengecilkan paha dan betis. Dengan melakukan gerakan lompat tali selama 20 – 30 menit, kamu dapat membakar lemak di sekitar paha sehingga membuat paha menjadi lebih ramping.

  • Jogging

Jogging sangat baik untuk membakar lemak di seluruh tubuh, termasuk bagian betis. Lakukan jogging selama 30 menit setiap hari, maka kamu akan memiliki tubuh yang ideal dan juga sehat.

  • Naik Turun Tangga

Cara mengecilkan paha dan betis yang terakhir adalah naik turun tangga. Naik turun tangga mungkin adalah gerakan yang sepele, namun jangan salah, naik turun tangga dapat membantu kamu untuk mendapatkan betis dan paha yang ramping loh.

Ketika melakukan gerakan naik turun tangga, penggunaan otot paha dan betis akan meningkat. Gerakan ini akan mengharuskan kamu mengangkat tubuh ke atas dan memaksa otot kaki untuk mengangkat badan, sehingga bentuk paha dan betismu akan menjadi lebih ramping.Itulah beberapa cara mengecilkan paha dan betis yang dapat kamu lakukan. Lakukanlah secara rutin untun mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal.

Apa itu ghosting dan bagaimana cara menghindarinya?

Ladies, tentu kamu memiliki mimpi untuk mempunyai pasangan ideal sebagain teman hidupmu. Namun, kamu harus berhati-hati karena tidak semua orang akan baik padamu. Pasalnya, tidak jarang kekasih ditinggal begitu saja tanpa kepastian. 

Nah, biasanya tindakan ini dikenal sebagai ghosting. Lantas, apa itu ghosting? Bagaimana cara menghindari dari orang yang suka ghosting?

Apa itu ghosting?

Ghosting adalah tindakan dalam sebuah hubungan yang tidak berujung manis karena salah satu pasangan menghilang tanpa jejak atau susah dihubungi. Istilah ini menjadi tren beberapa tahun kebelakang karena banyak pasangan yang mengalami ghosting. 

Saat ini, ghosting tidak hanya merujuk pada sebuah hubungan romantis saja. Hubungan pertemanan maupun dunia kerja juga bisa mengalami perghostingan atau hilang tiba-tiba. Istilah ini sangat umum digunakan masyarakat dunia bahkan telah ditambahkan di kamus The Merriam Webster.

Penyebab ghosting

Tentu ghosting terjadi karena beberapa sebab. Agar kamu terhindar dari orang-orang yang suka ghosting, yuk ketahui beberapa penyebab ghosting terjadi:

  • Ingin mengakhiri hubungan atau berpisah secepatnya tanpa repot menjelaskan. Biasanya orang yang seperti ini mempunyai kepribadian yang suka menghindar dari sebuah masalah.
  • Takut mengenal lebih dalam juga umum terjadi yang berujung pada ghosting
  • Menghindari konflik dengan orang lain menjadi alasan mengapa ghosting dilakukan. Konflik yang berkepanjangan juga membuat orang lain tidak betah dan memilih untuk meninggalkan tanpa kejelasan.
  • Tidak ada konsekuensi yang tegas juga menjadi alasan kenapa sangat mudah meninggalkan tanggung jawab.

Tanda-tanda ghosting

Yuk kenali tanda-tanda ghosting di sekitar agar kamu terhindar dari perilaku tersebut yang bisa merugikanmu, berikut ulasannya:

  • Perilaku berbeda dari biasanya
  • Terdapat sesuatu yang merubah kepribadiannya
  • Terjadi peristiwa yang menyebabkan ghosting
  • Mulai enggan menampakkan diri
  • Perlahan-lahan komunikasi menghilang
  • Tidak ada kepastian yang diberikan
  • Tanggung jawab tidak diselesaikan

Apa yang harus dilakukan jika kamu dighosting?

Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana tindakan yang tepat saat kamu dighosting. Kamu perlu berhenti memperoleh kejelasan dari orang tersebut karena semakin dikejar akan semakin menjauh. Selain itu, katakan apa yang kamu butuhkan dari dirinya. Jika orang tersebut tidak menyambut baik maka kamu tidak perlu memaksa dan biarkan dia.

Terimalah dengan ikhlas dan lapangkan hati. Dengan merelakan keadaan tersebut akan membuat hatimu lebih ringan melanjutkan hidup. Tentu tidak mudah menghadapi orang yang suka ghosting. Namun jangan jadikan dirimu sebagai sosok seperti itu, ya.

Mengenal Bibir Sumbing pada Bayi dan Pencegahannya

Bibir sumbing merupakan kelainan pada bayi yang membuat mulut terlihat memiliki celah dan langit-langit. Di Indonesia, bibir sumbing menjadi kasus kelainan yang umum terjadi dengan jumlah 150 ribu kasus per tahunnya. Meski merupakan kelainan yang umum, bibir sumbing pada bayi dapat diketahui sejak masih dalam kandungan serta bisa diperbaiki saat bayi sudah lahir.

Penjelasan di bawah ini akan memberikan gambaran untuk Anda mengenai hal-hal seputar bibir sumbing.

Mengenal Bibir Sumbing

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bibir sumbing membuat mulut terlihat memiliki celah. Terjadinya bibir sumbing pada bayi merupakan akibat dari penyatuan jaringan pembentuk bibir yang tidak sempurna pada janin saat usia 4-7 minggu. Ketidaksempurnaan pembentukan bibir bayi ini bisa terjadi pada satu sisi atau dua sisi bibir, dan pada langit-langit mulut. 

Penyebab Bibir Sumbing

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya bibir sumbing pada bayi, yaitu:

  1. Kurangnya nutrisi, khususnya asam folat
  2. Obesitas atau kelebihan 
  3. Merokok saat masa kehamilan
  4. Penyalahgunaan zat tertentu
  5. Efek obat pereda epilesi seperti sodium valproate, fenobrbital, benzodiazepin, atau phenytoin.  
  6. Memiliki riwayat keluarga penderita bibir sumbing sebelumnya.
  7. Penyakit saat bersalin seperti sindrom DiGeorge (kelainan genetik yang membuat bagian tubuh tertentu tidak berkembang dengan baik) atau sindrom Pierre Robin (kelainan yang menyebabkan micrognathia, sumbing, atau glossopitosis).

Baca juga: Mainan anak perempuan

Apa Saja Komplikasi yang Akan Dialami Penderita Bibir Sumbing?

Bibir sumbing dapat menyebabkan gangguan kepada penderitanya. Gangguan yang dialami tergantung dari letak dan keparahan bibir sumbing. Adapun gangguan yang dimaksud yaitu:

  1. Kesulitan untuk menelan makanan.
  2. Infeksi telinga dan gangguan pendegaran.
  3. Bibir sumbing yang terjadi di gusi bagian atas dpaat mengganggu pertumbuhan gigi.
  4. Kesulitan untuk berbicara. Langit-langit yang terbelah membuat suara seperti tertahan di hidung.
  5. Beberapa anak mungkin akan mengalami masalah sosial, emosional, dan perilaku karena merasa minder dengan kondisinya.

Penanganan Bibir Sumbing

Bibir sumbing bisa diperbaiki dengan dua kali operasi. Operasi pertama dilakukan pada bayi pada usia 3-6 bulan untuk mendekatkan bibir. Operasi kedua bisa dilakukan pada bayi setelah usia 6 bulan.

Adapun beberapa metode yang umumnya dilakukan untuk menyatukan bibir sumbing yaitu lip-taping untuk mempersempit celah, nasal elevator untuk mengembalikan hidung ke posisi dan bentuk yang benar, serta nasal-aveolar molding (NAM) untuk membantu jaringan bibir agar memiliki posisi yang baik.

Bila sumbing terjadi pada langit-langit, operasi disarankan mulai usia 1 tahun. Operasi langit-langit dilakukan dengan membuatkan langit-langit mulut serta memberikan tabung khusus untuk mencegah cairan menumpuk ke telinga tengah.  

Bagaimana Mencegah Bibir Sumbing?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para wanita agar bayi tidak mengalami bibir sumbing, yaitu:

  1. Cukupi Kebutuhan Folat dan Vitamin 

Salah satu penyebab bayi terlahir sumbing adalah kurnagnya asupan folat sebagau nutrisi penting pertumbuhan janin. Oleh karena itu, ibu prlu mencukupi kobeutuhan folat dengan konsumsi makanan seperti brokoli, kacang-kacangan, atau telur. Selain itu, penting juga untuk berkonsultasi dengan dokter agar diberikan vitamin prenatal

  1. Hindari Tembakau dan Alkohol

Ibu hamil wajib menghindari tembakau dan konsumsi minuman beralkohol. Sebab, banyak penelitian telah membuktika bahwa keduanya merupakan substansi yang dapat meningkatkan risiko bayi terlahir sumbing.   

  1. Konsultasi Genetik 

Konsultasi genetik merupakan cara lain untuk mengantisipasi kelahiran bayi sumbing. Dengan konsultasi genetik, Anda yang memiliki riwayat keluarga penderita bibir sumbing bisa mengetahui seberapa besar kemungkinan untuk memiliki anak dengan kelainan yang sama.

Demikianlah penjelasan mengenai bibir usmbing pada bayi mulai dari penyebab, komplikasi, penanganan, hingga pencegahannya.