Ciri Proplas Tali Pusat dan Tindakan Medisnya

Secara normal, bayi lahir lebih dulu, lalu tali pusar, selanjutnya plasenta. Dalam kasus yang jarang terjadi, tali pusar bisa menggantung atau menyangkut. Ini berarti tali pusar keluar dari posisi normalnya atau disebut prolaps tali pusat atau pusar. Tali pusar keluar dari leher rahim dan bisa masuk ke vagina sebelum bayi keluar.

Menjadi proses yang berisiko, kelahiran dengan kondisi ini tergolong rentan dan biasanya disarankan untuk lahiran dengan metode operasi caesar demi melindungi ibu dan bayi. Terdapat beberapa gejala atau ciri saat kehamilan berisiko mengalami gangguan kesehatan satu ini.

Memahami Kondisi Prolaps Tali Pusat

Prolaps tali pusat adalah suatu kondisi yang mana tali pusat bayi melewati janin, menutupi jalan lahir atau menonjol di depan janin. Pada kondisi ini, bayi harus segera dilahirkan untuk menghindari risiko hipoksia.

Melalui tali pusat, janin dapat menerima semua nutrisi dan oksigen sebagai asupan penting dari ibu demi mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Mengingat fungsi yang sangat penting ini, keberadaan tali pusat yang normal dan sehat harus selalu dijaga sampai anak lahir.

Prolaps tali pusat bisa dikatakan merupakan komplikasi yang tergolong cukup jarang dan dapat terjadi pada 1 dari 300 kelahiran. Sebagian besar kasus ini terjadi karena bayi lebih banyak bergerak menjelang lahir.

Apa penyebab prolaps tali pusat saat lahiran? Perubahan gerakan dapat mempengaruhi posisi tali pusat, sehingga menyebabkan tali pusat bergeser dan menutupi tempat lahir bayi. Hal ini dapat menyebabkan kompresi tali pusat dan peningkatan tekanan pada pembuluh darah. Ini adalah kondisi di mana tali pusar maju dan jalan lahir tertutup.

Gejala dan ciri-cirinya:

  • Ketuban pecah dini  atau sekitar kehamilan di usia 37 minggu.
  • Nyeri hebat menjelang persalinan.
  • Biasa terjadi pada kehamilan anak kembar.
  • Terjadi atau mengalami polihidramnion (kelebihan cairan ketuban).
  • Bayi lahir dengan berat terlalu rendah.
  • Adanya kelainan janin dan organ tali pusat.

Paling berbahaya, kondisi dan gejala prolaps tali pusat ini memicu kondisi berisiko seperti menurunkan kadar oksigen dan detak jantung pada bayi yang menyebabkan kematian. Kondisi ini pun yang membuat ibu tidak diperbolehkan kelahiran normal.

Cara Mengatasi Prolaps Tali Pusat

Setiap kondisi tentu membutuhkan solusi yang berbeda-beda. Termasuk pada kondisi prolaps yang mana harus memperhatikan kondisi ibu dan bayi dalam perut. Beberapa tindakan medis yang banyak dipilih dokter di antaranya:

Mengubah Posisi Bayi dan Tali Pusat

Sebagai solusinya, dokter biasanya mencoba memposisikan ulang bayi dan tali pusar. Dengan cara ini, maka dapat mengurangi kemungkinan bayi menderita hipoksia akibat prolaps. Tindakan ini dilakukan jika tekanan pada tali pusar bayi tidak terlalu tinggi. Dokter dapat meningkatkan suplai oksigen kepada sang ibu untuk meningkatkan aliran darah bayi.

Cairan Amnion

Langkah lainnya yang dapat dilakukan pada kasus prolaps adalah infus cairan amnion. Infus cairan ketuban adalah prosedur untuk mengobati prolaps tali pusat dengan memasukkan garam ke dalam rahim selama persalinan.

Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peningkatan tekanan pada tali pusat.

Asupan Oksigen

Di sisi lain, pada kasus yang lebih serius, prolaps sebelum proses persalinan tiba harus selalu dipantau oleh dokter dan tim medis. Ibu akan diberi asupan oksigen dari sekian jam sebelum persalinan. Sambil terus dipantau, tim medis berusaha terus mencari tahu risiko masalah pada tali pusat bayi.

Sulit untuk memprediksi apakah prolaps tali pusat akan terjadi selama persalinan. Meskipun ada banyak faktor risiko, kondisi tali pusat yang menonjol sering terjadi pada orang yang berisiko rendah dan melahirkan pada waktu yang diharapkan.

Menjalani Produser Suntik Epidural untuk Proses Persalinan

Melewati proses persalinan yang lancar dengan rasa sakit yang minim menjadi impian bagi banyak wanita di dunia. Oleh karenanya, kini ada pilihan, yaitu suntik epidural  untuk mencegah ibu hamil merasa sakit saat melahirkan. Suntikan tersebut tergolong sebagai jenis anestesi dalam proses melahirkan.

Sebenarnya apa itu epidural? Dan apakah ada efek samping yang tergolong berbahaya? Penting untuk memahami semua hal yang berkaitan dengan epidural sebelum memutuskan menjalani metode persalinan dengan prosedur satu ini.

Suntik Epidural untuk Proses Melahirkan

Mungkin banyak yang mengenalnya sebagai ‘obat bius’. Tetapi jenis suntikan satu ini sebenarnya digunakan khusus sebagai salah satu prosedur dalam persalinan. Apa itu suntik atau anestesi epidural? Anestesi epidural adalah jenis anestesi lokal atau sedasi yang digunakan untuk melumpuhkan bagian tubuh tertentu, sehingga tidak terasa nyeri.

Suntikan anestesi satu ini tidak sepenuhnya membuat pasien pingsan karena hanya bertindak sebagai analgesik (analgesik) pada area tubuh tertentu saja. Ketika suntikan ini diberikan, maka akan merangsang saraf sensorik pada tulang belakang bagian bawah. Saraf sensorik biasanya bertanggung jawab untuk mengirim berbagai sinyal ke otak. Termasuk rasa nyeri dan sakit.

Jenis Suntik Anestesi Epidural

Sama seperti prosedur anestesi pada umumnya, pasien harus melalui screening lebih dulu untuk memastikan tidak memiliki alergi terhadap obat anestesi yang akan diberikan. Selain itu juga screening yang dilakukan bertugas dalam menentukan jenis suntiknya. Terdapat dua macam jenis suntikan epidural, meliputi:

  • Epidural Biasa (Regular)

Anestesi epidural reguler adalah jenis anestesi yang disuntikkan ke punggung ibu. Suntikan epidural lebih akurat diberikan saat melahirkan di ruang kecil pada bagian luar sumsum tulang belakang punggung bawah.

  • Kombinasi Spinal Epidural

Pada jenis kombinasi spinal epidural merupakan anestesi gabungan dari bius epidural dan bius tulang belakang (spinal). Kombinasi ini biasanya disuntikkan ke dalam membran yang melapisi tulang belakang hingga mencapai ruang epidural.

Efek Samping Epidural

Lalu, bagaimana efek sampingnya? Pada hasil, sensasi nyeri dan rasa sakit yang seharusnya dirasakan para ibu di tubuh saat menjalani proses melahirkan akan berkurang drastis (mati rasa). Lebih tepatnya pada bagian rahim, leher rahim, dan vagina atas. Walau begitu, saraf motorik akan tetap berfungsi normal seperti semestinya.

Salah satu contoh penggunaan suntikan ini yaitu saat menjalani prosedur kelahiran caesar. Tidak semua para ibu ingin menggunakan epidural dan fokus melahirkan dengan cara alami untuk lebih merasakan rasa nyeri dan sakit yang semestinya.

Namun, tentu tidak semua kondisi bisa menjalani hal tersebut, ada banyak pula ibu yang terpaksa menggunakan epidural demi proses melahirkan lebih lancar dan aman. Baik bagi sang ibu, maupun bayi. 

Dalam prosesnya, anestesi epidural melibatkan penyuntikan obat penghilang rasa sakit ke dalam ruang antara tulang belakang dan cairan serebrospinal. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja.

Apakah berpengaruh terhadap kesehatan bayi? Gilbert C. Dr. Grant, direktur anestesi obstetri di Pusat Medis Universitas New York, mengatakan bahwa semua obat yang diminum dan disuntikan untuk menghilangkan rasa sakit bisa sampai ke bayi. Tetapi dengan anestesi epidural, sebagian besar sangat sedikit air yang masuk ke aliran darah, maupun ke tulang belakang.

Manfaat suntik epidural menjadi salah satu solusi anestesi terbaik yang berguna dalam mengatasi para ibu dengan kondisi tensi tinggi menjelang melahirkan. Ibu yang akan melahirkan juga menjadi lebih tenang dan terhindar dari perasaan stres berlebih. Lebih tenang dan tidak panik.

Waspadai Ciri-Ciri Terjadi Infeksi Setelah Kuret

Pernahkah Kamu mendengar istilah kuret? Atau bahkan Kamu disarankan, atau mungkin pernah, menjalani prosedur kuret? Lalu, Apakah prosedur ini aman? Dan bagaimanakah ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret yang perlu diwaspadai?

Prosedur kuret biasanya dilakukan dengan tujuan untuk “membersihkan” rahim dari adanya jaringan-jaringan yang tidak normal, misalnya sisa dari keguguran atau plasenta yang tertinggal setelah melahirkan.

Namun meski bertujuan untuk “membersihkan”, prosedur kuret juga bisa menimbulkan infeksi. Oleh sebab itu, kamu juga harus mewaspadai ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret yang mungkin bisa kamu alami.

Namun sebelum membahas lebih lanjut, mari kita simak dahulu penjelasan mengenai prosedur kuret itu sendiri.

Prosedur kuret adalah operasi yang dilakukan oleh dokter untuk “membersihkan” rahim, yakni dengan mengeluarkan jaringan-jaringan abnormal dari dalam rahim.

Jaringan-jaringan abnormal ini dapat berupa janin yang keguguran karena tidak berkembang atau meninggal di dalam kandungan, atau bisa juga sisa plasenta yang masih trtinggal di dalam rahim setelah poses melahirkan. Sisa-sisa jaringan ini disebut juga jaringan endometrium.

Sebelum menjalani proses kuret kandungan pasien akan melakukan serangkaian tes biopsi untuk memastikan apakah ada jaringan endometrium yang abnormal dan perlu untuk dikeluarkan dengan proses kuret atau tidak.

Jika iya, maka prosedur kuret kandungan yang dilakukan oleh dokter umumnya terdiri dari tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan prosedur, dan pemulihan pasca tindakan. 

Beberapa kondisi yang dapat menjadi indikasi adanya masalah dalam rahim sehingga menjadi penyebab kandungan dikuret antara lain:

  • Adanya jaringan abnormal dalam rahim seperti miom aau kista
  • Adanya sisa jaringan dari embrio yang tidak berkembang
  • Adanya sisa plasenta yang tertinggal di dalam rahim setelah proses melahirkan
  • Pendarahan abnormal setelah menopause
  • Tejadinya kehamilan anggur atau kehamilan molar
  • Adanya sisa jaringan setelah mengalmi keguguran

Jika terdapat kondisi-kondisi di atas, dokter dapat menyarankan tindakan kuretase untuk “membersihkan” rahim pasien. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tujuan untuk memperkecil resiko penyakit atau kondisi yang lebih parah.

Namun demikian, proses kuretase pun juga memiliki risiko, seperti kerusakan serviks, perforasi rahim, serta terjadinya infeksi setelahnya.

Jika terjadi Infeksi setelah kuret bisanya muncul setelah kurun waktu tertentu, misalnya satu minggu. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri terjadi infeks setelah kuret yang harus diwaspadai:

  1. Demam tinggi di atas 300 celcius
  2. Keram pada perut, atau kondisi perut yang sakit sekali
  3. Pendarahan
  4. Keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap

Risiko infeksi setelah kuret memang lebih banyak terjadi pada ibu hamil yang mengalami keguguran di usia kehamilan 20 minggu. Namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada usia kehamilan kurang dari itu.

Sehingga sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika Kamu mengalami hal-hal di atas setelah menjalani proses kuretase, maka segeralah ke dokter untuk mendapat penanganan.

Penyebab infeksi setelah kuret umumnya dipicu oleh kontaminasi bakteri di dalam rahim. Dan untuk menangani infeksi ini biasanya dokter akan memberikan obat-obatan antibiotik serta obat pereda nyeri bila diperlukan.

Selain itu, untuk menghindari risiko infeksi dan mencegah memburuknya kondisi rahim setelah kuret, perhatikan pula hal-hal berikut ini selama menjalani masa pemulihan pasca prosedur kuret:

  1. Beristirahat total setelah menjalani proses kuretase, setidaknya 2 hingga 3 hari
  2. Tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat
  3. Tidak melakukan aktivitas seksual setidaknya 2 minggu pasca prosedur koretase
  4. Gunakan pembalut yang lembut untuk menyerap darah dan jangan gunakan tampon
  5. Jangan melakukan douching pada vagina
  6. Periksakan diri secara rutin

Demikian penjelasan mengenai prosedur kuret, ciri-ciri terjadi infeksi setelah kuret, serta hal yang harus diperhatikan selama proses pemulihan pasca kuret agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

5 Tips Memilih Pembalut Wanita yang Tepat

Meski terlihat sederhana dan mudah untuk dipraktikkan, memilih pembalut wanita yang berkualitas nyatanya tidak semudah itu. Kamu perlu untuk mempertimbangkan berbagai hal untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman ketika menstruasi. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk memilih pembalut yang baik.

1. Pahami Kulitmu

Faktanya, setiap orang itu unik, termasuk jenis kulitnya. Kamu harus tahu tipe kulit seperti apa yang kamu miliki. Hal ini untuk mengetahui tingkat sensitivitas kulit kamu dan mengurangi risiko infeksi di masa mendatang.

Pada umumnya, kulit paha bagian dalam dan daerah bagian bawah manusia cenderung sensitif dan harus selalu diberi ruang untuk bernapas, terutama ketika kamu sedang menstruasi dan memiliki banyak aktivitas yang harus dilakukan.

Oleh karena itu, kamu perlu untuk memilih pembalut wanita yang memiliki bantal lembut dengan daya serap tinggi yang membuat kulitmu lebih leluasa untuk bernapas. Pembalut semacam ini juga dapat menghindari tumpahan, lho! Jadi, kamu akan lebih merasa aman dan nyaman ketika beraktivitas.

2. Ketahui Aliranmu

Sebagian besar wanita memiliki aliran yang berbeda pada hari yang berbeda pula. Banyak wanita yang memiliki aliran lebih deras pada hari pertama dan hari kedua. Namun, ada juga wanita yang memiliki aliran deras pada hari ketiga dan keempat.

Hal ini membuat kamu harus lebih teliti lagi untuk menentukan ukuran pembalut wanita yang kamu pakai agar tetap merasa nyaman ketika beraktivitas.

Saat ini, telah tersedia berbagai macam pembalut wanita dengan ukuran yang variatif di pasaran. Beberapa perusahaan telah meluncurkan pembalut wanita dengan ukuran yang beragam, mulai dari ukuran S, M, L, XL, dan XXL. Perusahaan juga telah menyediakan deskripsi produk, termasuk ukuran pembalut dalam inchi atau cm, dengan detail.

Beragamnya pilihan ukuran pada pembalut wanita ini akan membuat kamu dapat memakai produk pembalut wanita sesuai dengan keinginan dan aliranmu. Oleh karena itu, pastikan kamu mendapatkan produk yang sesuai, ya!

3. Pilih Produk yang Terstandarisasi

Saat ini, banyak produk pembalut wanita yang dinilai kurang aman bagi beberapa ahli. Oleh karena itu, kamu perlu jeli ketika memilih produk pembalut sebelum membelinya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. Periksa dengan baik setiap produk yang akan kamu beli, ya!

4. Pilih Produk dengan Bahan Berkualitas

Pada umumnya, pembalut yang baik dan berkualitas memiliki bahan utama kapas. Pembalut yang terbuat dari kapas akan membantu kulitmu bernapas dengan lebih baik. Selain itu, material kapas yang lembut dan berkualitas akan membuatmu merasa nyaman dan terhindar dari risiko iritasi dan infeksi.

5. Pilih Produk dengan Daya Serap Maksimal

Salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan ketika memilih produk pembalut wanita adalah tingkat daya serap dari produk tersebut. Kamu perlu memperhatikan apakah produk tersebut dapat menyerap darah dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat atau malah sebaliknya.

Selain itu, pembalut wanita yang memiliki daya serap tinggi juga mampu untuk mengunci darah di bagian inti atau tengah pembalut, mengurangi kemungkinan risiko aliran balik saat duduk atau tidur, dan lain sebagainya.

Meski sederhana, cara-cara tersebut dapat membantu kamu untuk memilih pembalut yang berkualitas. Bagaimana? Sudah siap memilih pembalut wanita yang sesuai dengan dirimu? Jangan lupa ikuti tips di atas, ya!

7 Cara Obati Keputihan Berwarna Kuning Secara Alami

Keputihan adalah cairan yang ada pada vagina dan leher rahim. Sebenarnya, keputihan ini bisa bermanfaat untuk kesehatan reproduksi. Namun, ada beberapa keputihan yang menunjukkan infeksi jamur, salah satunya keputihan bewarna kuning. Untuk mengatasinya, simak cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami berikut.

1. Rajin Mengonsumsi Yogurt 

Yogurt adalah probiotik yang mengandung bakteri. Bakteri tersebut bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita. Mengonsumsi yogurt bisa meningkatkan mikrobioma pada usus serta mencegah adanya pertumbuhan jamur pada tubuh. 

Sebaiknya, akan lebih bagus lagi jika kamu mengonsumsi yogurt tanpa tambahan gula atau perasa lain. Hal ini karena gula bisa memicu pertumbuhan jamur candida.

2. Menggunakan asam borat 

Asam borat atau Boric acid adalah senyawa yang biasanya digunakan untuk industri dan manufaktur. Namun, asam borat ini juga biasanya digunakan sebagai zat aditif pada produk farmasi, kosmetik, sabun, obat, dan lain sebagainya.

Asam borat bisa beracun jika digunakan dalam jumlah yang banyak dan bisa memicu penyakit seperti kerusakan gijal, kegagalan akut sistem peredaran darah dan masih banyak lagi.

3. Menggunakan minyak atsiri oregano

Minyak atsiri oregano yang biasanya digunakan untuk mengobati jamur vagina adalah oregano liar atau origanum vulgare. Pada penelitihan tahun 2017 ditemukan bahwa minyak ini efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur candidas albicans pada vaginamu.

Selain itu, uniknya, minyak ini juga bisa kamu gunakan sebagai aromaterapi dengan menggunakan diffuser, loh!

4. Mengonsumsi supositoria dan suplemen probiatik 

Probiotik terbukti ampuh dan efektif dalam mengobati infeksi-infeksi jamur pada vagina dan mengembalikan keseimbangan antara bakteri serta jamur di seluruh tubuh, loh!

Untuk mendapatkan hasilnya, kamu harus menunggu sekitar 10 hari untuk melihat efeknya pada vaginamu.

5. Oleskan minyak kelapa murni 

Dengan menggunakan minyak kelapa murni, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat bagi kesehatan termasuk digunakan untuk anti jamur pada tubuh. Sebuah penelitian menemukan bahwa dengan mengoleskan minyak kelapa murni dapat melawan candida albicans.

Kamu hanya perlu mengoleskan minyak kelapa murni tersebut di area yang ditumbuhi jamur sebagai salah satu cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami.

6. Oleskan Tea tree oil 

Minyak ini merupakan minyak esensial yang bisa digunakan sebagai cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami. Minyak ini berfungsi untuk membunuh bakteri, jamur, hinga virus. 

Untuk menggunakannya, oleskan terlebih dahulu dengan jojoba atay minyak kelapa, setelah itu baru oleskan tea tree oil pada bagian vagina yang ditumbuhi jamur.

7. Mengonsumsi bawang putih untuk tubuh 

Bawang putih bisa bermanfaat untuk mengatasi jamur pada vagina dan membunuh bakteri yang tumbuh di sana. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bawang putih ampuh dan efektif dalam membunuh jamur candida pada vagina.

Jika kamu tertarik untuk menggunakan bawang putih sebagai obat jamur vagina, kamu hanya perlu memakannya dengan makanan lain, bukan dioleskan atau dimakan langsung, ya!

Itulah informasi mengenai cara mengobati keputihan berwarna kuning secara alami. Pastikan juga kamu selalu menjaga kebersihan tubuh dan daerah kewanitaanmu agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang berbahaya. Semoga bermanfaat, ya!

Manfaat Art Threapy Bagi Kesehatan Mental

Siapa sangka jika seni juga bisa menyembuhkan mental manusia. Tidak sedikit yang mengira jika jiwa akan tenang saat berliburan di tempat wisata. Padahal aktivitas menggambar dan melukis juga salah satu cara untuk menyembuhkan diri dari kepenatan.

Lantas, apa saja manfaat art therapy bagi manusia? Apa saja contoh art therapy? Berikut ulasannya.

Art therapy

Art therapy adalah kegiatan yang dilakukan untuk memulihkan kesehatan mental yang dilakukan oleh individu, keluarga, profesional, dan komunitas, dengan menciptakan karya seni yang melibatkan kreativitas dan teori psikologi. 

Art therapy tidak hanya di bidang melukis saja, namun masih banyak lagi seperti terapi musik, terapi drama, terapi tari, terapi menulis, dan terapi kelompok suportif ekspresif. Art therapy menggunakan teknik yang beragam yaitu fotografi, mencorat-coret, kolase, dan banyak lagi.

Manfaat art therapy bagi kesehatan mental

Apa saja manfaat art therapy? Simak berikut ini:

  1. Menumbuhkan self-awareness
  2. Mengontrol emosi
  3. Meningkatkan percaya diri
  4. Membangun suasana hati yang baik
  5. Menumbuhkan keterampilan sosial
  6. Meningkatkan fungsi otak
  7. Menguatkan mental
  8. Meringankan stress atau depresi
  9. Membantu masalah individu dalam bersosialisasi
  10. Mengurangi konflik diri
  11. Meningkatkan fungsi sensorik tubuh
  12. Meningkatkan kemampuan sosial
  13. Mengatasi masalah perilaku pada anak

Art therapy untuk mengatasi masalah mental

Fungsi art therapy bagi kesehatan mental adalah sebagai media bagi orang-orang untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran ke dalam suatu karya seni. Contoh emosi yang dituangkan pada seni tersebut adalah:

  • Rasa ketakutan
  • Rasa kehilangan
  • Rasa syukur
  • Rasa kecemasan

Oleh karena itu, art therapy sangat berperan penting untuk mengatasi kesehatan mental. Tidak hanya itu, art therapy memiliki manfaat lain seperti mengurangi stres, membantu meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi gejala trauma.

3 Tips melakukan art therapy

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan selama mengikuti art therapy, yaitu:

  • Pilih orang yang profesional di bidang tersebut
  • Menyiapkan diri saat mengikuti sesi art therapy
  • Memastikan latar belakang terapis sebelum dimulai

Nah, itu adalah art therapy beserta fungsi yang akan kamu peroleh.

Tak Pede Karena Mata Panda? Intip 5 Cara Jitu Hilangkan Mata Panda!

Penampilan sangat penting bagi setiap orang terutama jika kamu kerap bertemu dengan banyak orang. Mata panda tentu menjadi hal yang paling dihindari agar tidak merusak penampilan. Jika kamu sedang mengalami mata panda, sebaiknya kamu segera mengatasi mata panda yang bisa merusak harimu.

Namun, kamu tidak perlu khawatir karena di artikel ini kamu akan menemukan cara menghilangkan kantung mata dan mata panda. Simak bacaan berikut ini agar kamu tetap percaya diri setiap hari tanpa mata panda.

Apa itu mata panda?

Mata panda adalah kondisi dimana kamu mengalami mata berkantung serta lingkar hitam di bawah mata. Mata panda biasa muncul karena beberapa faktor yaitu kekurangan tidur, stres, penuaan, dan retensi cairan. 

Apakah mata berkantung dan mata panda berbahaya?

Mata berkantung dan mata panda tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyebabkan mata panda justru buruk bagi kesehatan terutama jika kamu kekurangan tidur. Tidak hanya mata panda saja yang akan kamu alami, tetapi tenaga tubuh juga menjadi menurun karena kekurangan tidur.

Tanda jika kamu memiliki mata panda adalah terdapat lingkar menghitam di bagian bawah mata. Mata panda juga bisa membuat mata berkantung jika kamu tidak segera mengatasi mata panda.

Penyebab mata berkantung dan mata panda

Mengenal faktor yang menyebabkan mata berkantung dan mata panda sangat penting agar kamu tahu cara mengatasinya. Berikut adalah beberapa penyebab mata berkantung dan mata panda:

  1. Begadang
  2. Kekurangan tidur
  3. Paparan sinar matahari
  4. Dehidrasi
  5. Faktor genetik
  6. Kebiasaan merokok
  7. Alergi

Bagaimana cara menghilangkan mata berkantung dan mata panda?

Menghilangkan mata berkantung dan mata panda sebenarnya tidak sulit namun kamu membutuhkan komitmen dalam jangka waktu yang lama. Kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk menghilangkan mata berkantung dan mata panda:

  1. Perbaiki pola tidur

Umumnya, mata berkantung dan mata panda disebabkan oleh pola tidur yang berantakan. Sering begadang dan kurang tidur penyebab mata panda muncul. Agar masalah mata panda teratasi, sebaiknya kamu segera merubah pola tidur lebih teratur. Jam tidur yang baik dari 6 hingga 8 jam sehari.

  1. Kompres mata dengan air dingin

Kompres dingin dipercaya bisa menghilangkan lingkar hitam di bawah mata dan mengurangi mata berkantung. Lakukan kompres mata dengan air dingin yang bersih atau gunakan es batu dan selimuti dengan kain. Kemudian tekan pada mata dengan lembut selama 10 menit.

  1. Olesi krim mata

Saat ini, produk kecantikan tidak hanya seputar kulit wajah tetapi juga mata panda. Masalah mata panda juga bisa diatasi dengan krim mata. Sebelum membeli, pastikan produk aman digunakan dan telah memiliki ijin edar.

  1. Gunakan timun untuk kantung mata

Penggunaan timun untuk mata tidak hanya menyegarkan mata saja, loh. Timun juga bisa mengatasi kantung mata dan mata panda yang mengganggu. Cukup iris tipis timun menjadi beberapa bagian, kemudian letakkan di bagian bawah mata. Lakukan ini selama 15 menit.

  1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Air putih memiliki peran yang sangat penting untuk menghilangkan mata berkantung maupun mata panda. Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 2 liter per hari.

Demikian beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk menghilangkan mata berkantung dan mata panda. 

Popok Bayi Baru Lahir, Kain Atau Sekali Pakai?

Ada dua popok bayi baru lahir yang bisa kamu pilih, yaitu popok kain dan popok sekali pakai (disposable). Memilih popok bayi baru lahir adalah salah satu keputusan sulit yang harus dilakukan ibu setelah melahirkan.

Lantas, apa rekomendasi popok bayi baru lahir yang bagus? Kenali perbandingan di antara popok kain dan popok sekali pakai di artikel ini.

Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai

Tidak ada yang paling baik di antara popok kain dan popok sekali pakai. Namun, kedua popok tersebut memiliki beberapa perbedaan yang bisa menjadi pertimbangan. Inilah perbedaan popok bayi baru lahir:

  1. Bahan Pembuatan

Perbedaan popok kain dan popok sekali pakai yang paling jelas adalah bahan pembuatan. Kebanyakan popok sekali pakai dibuat dari kertas, dengan persentase yang lebih rendah terbuat dari minyak bumi.

Sementara itu, bahan pembuatan popok kain lebih beragam. Ada popok kain yang terbuat dari katun, wol, nilon, bulu domba, microfiber, dan polyurethane thermoplastic.

  1. Pengaruh Popok pada Kulit Bayi

Ternyata, popok sekali pakai lebih efektif mencegah ruam popok. Ini karena popok sekali pakai yang modern bisa menyerap cairan lebih baik daripada popok kain. Pada popok kain, urin dan feses akan terjebak dalam kulit. Hal itu membuat kulit jadi lembab dan rentan mengalami ruam.

Namun di balik itu, tidak sedikit bayi yang mengalami alergi karena penggunaan bahan-bahan tertentu dalam popok sekali pakai. Bahan yang dimaksud misalnya karet, parfum aroma, pewarna, dan bahan perekat.

  1. Dampak Lingkungan

Secara kasat mata, popok kain lebih baik daripada popok sekali pakai dari segi dampak lingkungan yang dihasilkan. Ini karena popok sekali pakai menghasilkan sampah yang menumpuk. Setidaknya, sebelum bayi bisa buang air di toilet, mereka menghabiskan 5000 hingga 6000 popok.

Namun, perusahaan popok sekali pakai membantah hal itu. Listrik dan air yang digunakan untuk mencuci popok kain dikatakan tidak ramah lingkungan. Bahan pembuatan popok kain yang berasal dari kapas juga ternyata memiliki dampak tertentu pada lingkungan.

Popok kain bisa tetap ramah lingkungan dengan teknik mencuci yang benar. Dengan mencuci popok kain sekaligus dalam jumlah banyak dan tidak menggunakan pengering, dampak buruk terhadap lingkungan yang dihasilkan bisa turun. Selain itu, lebih baik menurunkan popok kain dari kakak daripada membeli baru.

  1. Biaya

Popok sekali pakai terkesan mahal karena bayi harus sering mengganti popok. Namun, mahal atau murah popok tersebut ditentukan oleh jenama popok yang dipilih.

Sementara itu, biaya yang dikeluarkan untuk popok kain terbagi menjadi dua yaitu biaya celana dan biaya insert popok. Pengeluaran ini merupakan pengeluaran satu kali. Tak hanya itu, ada pula pengeluaran berupa biaya listrik dan air yang digunakan untuk mencuci popok.

Cara Mencuci Popok Kain

Popok kain yang tidak dicuci dengan benar bisa menyebabkan ruam popok. Popok kain harus dicuci sampai bersih hingga tak ada lagi residu feses, urin, atau sabun yang menempel.

Kamu bisa mengikuti cara mencuci popok kain yang betul berikut ini:

  • Pertama, popok kain yang kotor direndam dalam air dingin.
  • Kedua, popok kain dicuci menggunakan deterjen dan pemutih. Gunakan air panas ketika mencuci. Untuk menghilangkan bau dan sisa-sisa sabun yang tak mudah hilang, cuka bisa kamu gunakan.
  • Ketiga, bilas popok kain dalam air dingin sebanyak dua kali. Jangan gunakan pelembut pakaian karena berisiko mengiritasi kulit bayi.
  • Keempat, jemur popok kain hingga benar-benar kering.

Saat memilih popok bayi baru lahir, kamu bisa menyesuaikannya dengan kenyamanan bayi dan kesanggupan orang tua. Popok sekali pakai lebih mahal karena sering diganti, tetapi juga jauh lebih praktis karena tinggal buang. Sementara itu, popok kain mengharuskanmu mencuci popok setiap saat. Jenis popok manapun yang kamu pilih, ketahuilah bahwa itu yang terbaik untukmu dan anak.

Cara Ampuh Menghilangkan Stretch Match

Stretch mark merupakan kondisi umum yang dialami siapa saja terutama wanita setelah melahirkan. Memiliki stretch mark bukan berarti sedang terserang suatu penyakit, stretch mark tidak mengancam kesehatan sama sekali. 

Meski begitu, banyak wanita merasa risih dengan stretch mark karena dianggap mengganggu penampilan. Tenang saja, ada solusi ampuh yang bisa cara menghilangkan stretch mark pada tubuh kamu, loh. Simak yuk penjelasan berikut ini.

Apa itu stretch mark?

Stretch mark adalah kondisi pada kulit yang muncul bentuk goresan-goresan di area berlemak seperti perut, bokong, paha, lengan atas, dan payudara. Goresan stretch mark memiliki macam warna yaitu merah atau merah muda yang berubah menjadi warna putih atau abu-abu seiring bertambahnya waktu. 

Penyebab stretch mark

Banyak yang mengira jika stretch mark muncul karena kehamilan saja. Padahal ada beberapa faktor lain penyebab stretch mark yang kamu alami. Berikut adalah beberapa penyebab stretch mark pada kulit:

  1. Remaja yang mengalami pubertas
  2. Kenaikan berat badan
  3. Mengalami perubahan ukuran perut
  4. Keturunan keluarga
  5. Konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai anjuran
  6. Berat badan turun secara drastis
  7. Pengguna salep kortikosteroid
  8. Penderita sindrom marfan atau cushing

Ciri-ciri stretch mark

Setiap orang memiliki ciri-ciri stretch mark yang berbeda-beda. Biasanya bentuk stretch mark tergantung dari penyebab dan kapan stretch mark muncul. Namun ada beberapa ciri-ciri stretch mark yang bisa dilihat dengan jelas seperti berikut ini:

  1. Garis terang memudar pada kulit 
  2. Goresan stretch mark pada bagian berlemak seperti perut, bokong, payudara, paha, dan lengan atas
  3. Warna goresan berupa merah dan merah muda
  4. Terdapat garis-garis beridentasi pada kulit

Cara menghilangkan stretch mark

Kamu jangan khawatir, stretch mark bisa dihilangkan dengan cara-cara tertentu. Berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilang stretch mark pada kulit:

  1. Jaga pola makan tetap sehat
  2. Rutin berolahraga
  3. Konsumsi putih telur
  4. Gunakan minyak vitamin E
  5. Gunakan gel lidah buaya
  6. Laser kulit
  7. Olesi dengan gel lidah buaya
  8. Jaga asupan cairan

Tidak jarang stretch mark kulit akan hilang dengan sendirinya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir pada stretch mark dengan menerapkan cara-cara di atas.

Beberapa Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Saat Haid

Ketika perempuan haid, ada beberapa makanan yang tidak boleh dimakan saat haid. Hal ini dikarenakan apabila beberapa makanan ini dimakan saat haid, maka akan memperparah nyeri yang dialami perempuan. 

Lalu, sebenarnya apa saja makanan yang tidak boleh kamu makan saat haid? Berikut ini adalah beberapa makanannya.

1. Lemak

Makanan yang berlemak sebaiknya dihindari ketika dalam masa menstruasi. Hal ini dikarenakan mekanan yang berlemak dapat menyebabkan perut kembung dan akan menganggumu ketika haid. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan yang berlemak ketika mengalami haid.

2. Kafein

Makanan atau minuman yang mengandung kafein sebaiknya jangan dikonsumsi ketika sedang berada dalam masa haid. Hal ini dikarenakan ketika mengonsumsi kafein, kamu akan merasakan rasa gelisah, cemas, dan insomnia. Perasaan-perasaan ini membuat mood akan lebih jelek dan memicu perasaan ingin makan lebih banyak lagi.

Kandungan kafein juga bisa meningkatkan asam lambung yang memicu penyakit maag. Apabila mengalami penyakit maag, tubuhmu akan lebih merasa sakit lagi apalagi ketika haid.

3. Garam

Mengonsumsi garam dengan kandungan yang tinggi juga sebaiknya diindari ketika haid. Hal ini bertujuan agar kamu terhindar dari kembung dan berkumpulnya cairan yang ada di pembuluh darah.

4. Alkohol

Selain memang memberi dampak negatif kepada tubuh, meminum minuman beralkohol juga dapat memberikan dampak negatif jika dikonsumsi saat haid. Hal ini dikarenakan dengan mengonsumsi alkohol akan menyebabkan penurunan kadar gula darah.

Penurunan kadar gula darah dalam tubuh dapat memicu perasaan lebih sensitif, seperti mudah marah, kelelahan, gelisah, dan bisa menyebabkan sakit kepala.

5. Makanan Pedas

Makanan yang pedas ternyata termasuk dalam makanan yang tidak boleh dimakan saat haid. Kamu sebaiknya menghindari makanan pedas ketika mengalami haid. Hal ini dikarenakan mengonsumsi makanan pedas bisa membuat kamu mengalami diare dan sakit perut yang justru akan memperparah nyeri pada saat haid.

Tips Mengonsumsi Makanan yang Sehat ketika Haid

Supaya tubuh tetap sehat meskipun sedang dalam kondisi haid, ada beberapa tips yang bisa Kamu lakukan sebagai berikut:

  • Cukup minum air putih setiap hari agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
  • Perbanyak asupan makanan yang memiliki kandungan serat tinggi, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan gandum utuh.
  • Mengonsumsi makanan yang memiliki protein tinggi, seperti daging ayam. Protein dapat membantu tubuh kamu lebih sehat dan tetap merasa kenyang.
  • Mengonsumsi cokelat hitam juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi gejala PMS. Hal ini dikarenakan cokelat hitam memiliki kandungan magnesium.
  • Mengonsumsi jahe memberikan banyak dampak positif kepada tubuh. Salah satunya adalah dapat mengurangi rasa mual.
  • Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa mengonsumsi teh peppermint dapat mengurangi gejala PMS pada perempuan, seperti mual, kram, dan diare.

Selain beberapa tips di atas yang dapat kamu lakukan, kamu juga disarankan untuk berolahraga secara rutin. Olahraga secara rutin bisa meredakan nyeri ketika mengalami haid.

Selain itu, ketika mengalami masa haid, kamu akan mengalami peningkatan nafsu makan. Hal itu sangat wajar terjadi, tetapi kamu harus tetap mengusahakan untuk bisa mengontrol makanan yang dikonsumsi dan usahakan untuk mengonsumsi makanan yang sehat.

Demkian adalah beberapa makanan yang tidak boleh dimakan saat haid karena akan memicu nyeri pada haid yang lebih parah lagi. Semoga artikel ini bisa membantu kamu khususnya para perempuan yang sedang mengalami haid dan ingin mengetahui apa saja makanan yang harus dihindari ketika haid agar rasa nyeri yang muncul tidak tambah parah lagi.